Resensi

Mempopulerkan Bahasa Indonesia Lewat Sastra

Rabu, 06 Juni 2018

Amir Hamzah merupakan satu di antara para pemuda yang memiliki jasa besar bagi negeri ini. Selain keikutsertaannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari kolonialisme, ia yang pernah dijuluki sebagai raja penyair Pujangga Baru sekaligus sosok pemuda yang gigih mempopulerkan bahasa Indonesia lewat karya sastra dan dalam pergaulan sehari-hari.

Bila kita menengok kembali catatan sejarah negeri ini, pada tahun 1930-an kaum terpelajar yang berbahasa Melayu dalam acara resmi masih langka. Dan Amir termasuk satu dari orang-orang langka itu. Waktu itu, orang lebih senang berbahasa Belanda. Salah satu alasannya, karena orang yang pandai berbahasa Belanda akan dianggap sebagai kaum terpandang di masyarakat. Alasan lainnya, gelar seperti dokter dan sarjana hukum (meester in de rechten) baru bisa diperoleh jika fasih berbahasa Belanda (hal 43-45). Amir adalah sosok yang tak lelah memperjuangkan bahasa Melayu agar bisa menjadi bahasa persatuan untuk menumbuhkan nasionalisme dalam pidato dan artikel di majalah. (hal vii).

Dalam buku ini, penyair Hasan Aspahani menguraikan bahwa meski Belanda berusaha mengubur bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, Amir Hamzah tetap berjuang agar bahasa itu populer di masyarakat. Caranya, dengan menulis puisi, prosa, atau sajak dalam bahasa Indonesia. Pilihan Amir menggunakan bahasa Melayu dalam karyanya, adalah sebuah upaya untuk menyakinkan orang-orang bahwa bahasa Indonesia layak menjadi bahasa seni. (*)


Sam Edy Yuswanto (penulis lepas).


Media: Tribun Jateng

Pembicaraan

0 Comments

Urut Berdasarkan:

Resensi Lainnya