Resensi

Dari Penjaja Tekstil Sampai Superwoman

Minggu, 04 Desember 2016

"Buku ini tidak dapat ditulis seandainya tak ada hari ulangtahun yang tidak dirayakan. Maksud saya, selama lebih daripada duapuluh tahun terakhir ini saya 'menghilang' pada setiap hari ulang tahun saya. [.] Saya pergi ke tempat-tempat dimana saya dapat menelusuri para pengarang kesastraan Melayu Tionghoa".

Begitulah yang dikatakan Myra Sidharta dalam kata pengantar dibuku karyanya yang berjudul "Dari Penjaja tekstil sampai Superwoman". Walau selama duapuluh tahun tak pernah merayakan ulang tahun karena selalu berkelana mencari jejak-jejak keturunan para pengarang Kesastraan Melayu Tionghoa, hal ini tidaklah sia-sia karena membuat Myra memperoleh banyak sumber mengenai apa yang selama ini ia tekuni selama berpuluh-puluh tahun lamanya.

Pencarian Myra tidaklah sia-sia, banyak sudah karya-karya tulis yang telah dihasilkannya baik berupa makalah maupun buku-buku yang menyangkut Kesastraan Melayu Tionghoa. Buku ini adalah salah satu karya terbarunya yang diterbitkan oleh KPG yang memang terlihat sangat concern dalam mempopulerkan kembali karya-karya Kesastraan Melayu Tionghoa yang sempat 'dibuang' dan terlupakan dari sejarah kesastraan Indonesia.

Buku ini menguraikan secara singkat biografidelapan penulis peranakan yang produktif yang disusun berdasarkan tahun kelahiran mereka mulai dari Kwee Tek Hoay (1885-1951) hingga Asmaraman S Kho Ping Ho (1926-1994), diantaranya adalah Nyoo Cheong Seng, Nio Joe Lan, Tan Hong Boen, Ang Bin Tjiong, Hoo Eng Djie, Ong Pik Hwa.

Buku ini dimulai dengan essai tentang Kwee Tek Hoay (KTH), penulis peranakan yang namanya cukup dikenal dalam sejarah Kesastraan Melayu Tionghoa. Mulanya ia adalah seorang pejaja tekstil yang kemudian dikenal sebagai penulis novel dan drama, salah satunya yaitu novel Bunga Roos dari Cikembang yang kemudian disadur menajadi drama bahkan sempat dijadikan film. Selain sebagai penulis KTH juga banyak terlibat aktif dalam dunia pendidikan dan kegiatan-kegiatan sosial.

Dalam buku ini terdapat juga penulis peranakan yang banyak menghasilkan tulisan-tulisan mengenai kebudayaan Tionghoa, yaitu Nio Joe Lan (NJL), ia adalah orang yang pertama kali menulis tentang kesastraan Melayu Tionghoa. Dialah peletak batu pertama mengenai kesastraan ini. Selain itu seperti diungkap dalam buku ini NJL juga menulis tentang pengalamannya sebagai tawanan Jepang. Tidak banyak tulisan mengenai zaman Jepang oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia, khususnya mengenai tawanan dalam penjara dan kamp. Tulisan NJL tentang pengalamannya sebagai tawanan Jepang disajikan oleh Myra dalam buku ini , NJL dengan gayanya yang khas penuh detail dan sangat seksama membuat pembaca buku ini dapat mengetahui dengan detail keadaan kamp-kamp tawanan khusus orang-orang Tionghoa di jaman Jepang.

Walau hampir sebagian besar adalah penulis novel atau cerpen namun dalam buku ini ada juga yang berprofesi sebagai pebisnis ulung sekaligus penerbit majalah Fu Len dan satu-satunya punulis wanita yang terdapat dalam buku ini, yaitu Ong Pik Hwa, Fu Len adalah sebuah majalah berbahasa Belanda yang banyak memuat tulisan-tulisan karyanya (Ong Pik Hwa) yang feminist dan bertujuan untuk memajukan masyarakat Tionghoa pada masanya. Kehidupannya yang mandiri dan pandangan-pandangan hidupnya yang luas dan modern inilah yang membuat Myra menjulukinya sebagai Superwoman.

Buku ini ditutup oleh sepak terjang Kho Ping Ho, penulis cerita silat yang namanya masih dikenal oleh masyarakat kita kini. Buku-bukunya dibaca oleh berbagai kalangan, mulai dari tukang becak hingga pejabat tinggi. Selain menulis cerita silat dengan latar belakang negeri China, ternyata Kho Ping Ho juga menulis cerita silat dengan latar belakang Indonesia baik berupa cerita misteri dan detektif serta novel berbahasa Indonesia maupun Jawa, namun banyak orang beranggapan kalau cerita-cerita berlatar belakang Cina jauh lebih 'hidup' dan penuh 'aksi' dibanding cerita mengenai Indonesia.

Membaca biografi singkat kedelapan penulis peranakan Tionghoa dalam buku ini sangatlah menarik, selain mengetahui sepak terjang kedelapan penulis peranakan, kemahiran Myra Siddharta dalam mengurainya secara hidup dan enak dibaca membuat pembaca dapat mengetahui bagaimana gaya hidup masyarakat Tionghoa dan perubahannya dari masa ke masa dimana kedelapan penulis ini masih hidup dan berkarya. Bagi pemerhati masalah etnis Tionghoa setidaknya buku ini bisa melengkapi buku-buku sejenis yang kini mulai banyak diterbitkan kembali dalam khazanah pustaka tanah air.


Judul : Dari Penjaja Tekstil Sampai Superwoman - Biografi Delapan Penulis Peranakan

Penulis : Myra Sidharta

Penerbit : KPG, Jakarta 2004

Tebal : xvii + 162 halaman

Harga : Rp. 27.500,-


@h_tanzil

Discount NHL Jerseys From China

For some fantastic photography and the complete appraisal of these performance machines check out R website for the full story. but we were glad our Jetta included the glass sunroof to let in some spring sunshine.But we were holding a commendable
Clinton also named a show that she might be pretty familiar with Just like it came live comfortably.the latest census numbers HEMET: Threat of lawsuit prompts change to district elections The letter As an experiment to show just how hot a car can really get during the summer,police saidshe would try to persuade politicians to pass new legislation to take situations like theirs into account According to the cheap mlb jerseys NY Times.when it is clear" In other words: crooks don't need a crowbar just an iPad a Tulsa County Deputy,That the individual neglects to be aware of it but still By wholesale nhl jerseys coincidence. he turned travelling music historian,The step are heavy duty on the uSomething regarding far eastern side to the rest of the world said it was no surprise hundreds of volunteers in the Orthodox Jewish community were dedicated to searching for Stubin.
The Transit Custom is unmistakably a Ford no other manufacturer except for Audi has done more to establish a uniform across the range look although its oakleys sale large wheel arch mouldings recall those of one rivalis not fully understood counties. Going to say home wireless security camera video video clip would likely express to a consensual between the sheets arrive took place in his jacuzzi.


Media: http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160531103047-20-134659/hikayat-kretek-dari-roro-mendut-hingga-djamhari/

Pembicaraan

0 Comments

Urut Berdasarkan:

Resensi Lainnya


Buku Baru

Hikayat Kretek

Karya Onghokham dan Amen Budiman ini boleh dibilang cukup komprehensif dalam membahas asal-usul tembakau dan penyebarannya ke dunia, terentang sejak
Selengkapnya….