Acara

Seminar Nasional dan Bedah Buku "Hikayat si Induk Bumbu"

Senin, 07 Mei 2018


Di Indonesia dan di berbagai negara di dunia, garam tidak lagi sekadar kristal putih di dapur atau di meja makan. Dibtungku-tungku peleburan pabrik, garam juga digunakan untuk proses produksi. Sayangnya, di Indonesia perluasan garam belum diikuti oleh perubahan proses produksi.


Kini, ratusan tahun berselang sejak prasasti Biluluk-catatan tertua soal produksi garam-dipahat pada abad XIV, cara pembuatan garam di pesisir utara Jawa nyaris tidak berubah. Bahkan nyaris tak tersentuh teknologi modern. Petani garam masih mengandalkan panas matahari untuk menguapkan air laut, lalu mengumpulkan kristal garam hasil penguapan.


Dengan begitu, mungkinkah kita berswasembada garam dengan industri sendiri? Apa saja tantangan yang dihadapi untuk mencapai swasembada garam? "Hikayat Si Induk Bumbu" memberi jawaban atas dua pertanyaan penting tersebut.


Sudah membaca bukunya, tapi masih punya banyak pertanyaan? Atau ingin memberikan tanggapan? Mari ikuti diskusi langsung dengan penulis buku "Hikayat Si Induk Bumbu" di Kampus 1 Unswagati, Cirebon, Senin, 7 Mei 2018 pkl. 09.00-selesai dengan narasumber Prof. Dr. Ing Misri Gozan dan Faisal Basri (penulis buku Hikayat si Induk Bumbu) serta Prof. DR. Hj. Ida Rosnidah, SE, MM, Ak.CA. (dekan Fak. Ekonomi Univ. Unswagati).


Gratis dan terbuka untuk umum. Pendaftaran bisa menghubungi kontak yang tertera di poster.


Author: Penerbit KPG

Pembicaraan

0 Comments

Urut Berdasarkan:

Acara Lainnya


Buku Terkait

Hikayat si Induk Bumbu: Jalan Panjang Swasembada Garam

Di Indonesia dan di berbagai negara di dunia, garam tidak lagi sekadar kristal putih di dapur atau di meja makan.
Selengkapnya….

Rp 75,000


Penulis

Prof. Dr Ing Misri Gozan, M Tech IPM

Prof. Dr Ing Misri Gozan, M Tech IPM, lahir pada 22 September 1968 di Kota Cirebon, Jawa Barat. Sejak 2013 ia adalah guru besar bidang Teknik Rekayasa Proses Lingkungan, Universitas Indonesia. Menamatkan pendidikan sarjana teknik di Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia (kini Teknik Kimia) Universitas Indonesia pada 1993, ia melanjutkan
Selengkapnya…


Merchandise Terkait

Payung Lipat Generasi90an

Rp 78,000

"Kalau hujan tuh bawa payung, jangan bawa perasaan" Yuk, sedia payung sebelum hujan. Bentuknya yang kecil, praktis, dan mudah dilipat sehingga bisa di masukkan ke dalam tas ini memudahkan kamu