François Charles Mauriac

François Mauriac lahir pada 1885 di Bordeaux dalam lingkungan keluarga borjuis cukup berada. Di kota yang sama ia memilih belajar di Fakultas Sastra. Pada 1906, ia pergi ke Paris mendaftarkan diri di l’Ecole des Chartres, tetapi tak lama kemudian bangku kuliah ditinggalkannya untuk terjun sepenuhnya dalam dunia sastra sekitar 1909. Empat tahun kemudian, ia mengikatkan diri dalam perkawinan dengan perempuan yang sangat dicintainya.Pada awal kariernya, ia banyak menulis puisi yang diterbitkan dalam antologi berjudul Les Mains Jointes, selanjutnya ia lebih banyak menghasilkan novel.Sesudah karyanya yang pertama diterbitkan, Préséances (1920), kariernya sebagai novelis melejit, khususnya dengan novel berciri daerah kelahirannya, Le Baiser au Lépreux (1922), le Fleuve de Feu (1923), Génétrix (1923). Pada 1925 ia mendapat Le Grand Prix untuk novelnya yang berjudul Le Désert de l’Amour dan karyanya yang paling terkenal Thérèse Desqueyroux (1927) membuatnya dikenal sebagai pengarang paling pandai menggambarkan tokoh yang terombang-ambing di antara aspirasi spiritual, intelektual dan dorongan naluriah. Pada 1933, ia diangkat sebagai anggota l’Académié Française, lembaga pemerintah yang sangat bergengsi, didirikan oleh Kardinal Richelieu pada 1635, yang menangani masalah ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan sastra. François Mauriac juga banyak menulis esai dengan tema beragam, khususnya religius, antara lain Dieu et Mammon (1929), dan naskah drama (Asmodée, Le Feu sur la Tarre).Sesudah novelnya La Pharisienne (1941) terbit, ia meniti karier dalam bidang jurnalistik. Ia sering terlibat dalam polemik yang keras dengan Jean-Paul Sartre, baik mengenai sastra, politik, maupun kebudayaan. Pada 1952 dunia internasional mengakui Mauriac sebagai pengarang besar Prancis setelah dia terpilih sebagai penerima hadiah Nobel untuk Sastra. Semenjak itu, ia lebih mencurahkan waktunya untuk menulis memoarnya. Ia meninggal dunia 1 September 1970.