Berita

Jalan Pulang bagi Maria Hartiningsih

Kamis, 02 Februari 2017 | 11:41 am


Maria Hartiningsih berkisah mengenai bukunya

JAKARTA – Seorang wartawan senior harian Kompas sudah pensiun. Namun demikian kesempatan itu justru untuk menyusun pengalaman perjalananannya sebagai jurnalis dalam bentuk buku dan diterbitkan. Ini sebuah kenang-kenangan yang tak dimiliki setiap orang, bahkan belum tentu setiap wartawan.

Maria Hartiningsih, nama yang tak asing lagi. Teman-teman sejawatnya sangat hormat kepadanya. Para wartawan yang lebih muda mengaku banyak belajar dari tulisan Maria. Gaya tulisan dan pengambilan sudut pandangnya mempengaruhi banyak orang. Bahkan seorang wartawan televisi, Ramdan Malik pun mengagumi dan selalu mengikuti artikel atau feature yang ditulis Maria.

em>Jalan Pulang adalah judul bukunya yang tebalnya sekitar 400 halaman. Mengapa memilih kata “jalan pulang”, ada penjelasan dari pihak penerbit, Chandra Gautama (Kepustakaan Populer Gramedia). Menurut Chandra, ketika Maria melakukan perjalanan dinas dan bertemu dengan berbagai tokoh dunia, justru merasa “kehilangan”. Apa ang hilang dari dirinya? Antara lain ego, cara pandang primordial. Dengan pengalamannya, Maria Hartiningsih sedang mengenal dirinya sendiri. Inilah yang disebut dengan internal journey.

Sejumlah sahabat memberikan testimoni pada peluncuran buku Jalan Pulang di Bentara Budaya Jakarta pada Kamis sore, 2 Februari 2017. Bre Redana begitu mendapat buku Maria, tak bisa langsung membaca karena istrinya yang lebih dulu menguasai. Lalu apa komentar sang istri? “Kamu kalau nulis mestinya seperti Mbak Maria. Bagus, bermakna.” Menurut Bre¸ Maria Hartiningsih ini perempuan yang sangat menghargai nasihat ibunya. Sebaliknya, Bre merasa tak pernah ingat apa nasihat ibunya. “Justru saya yang sering memberi nasihat kepada Ibu.” Ia menggeleng-geleng sendiri.

Ninuk Mardiana Pambudy adalah teman sejawat satu angkatan di Kompas. Kepadanyalah buku itu diserahkan sebagai hadiah persahabatan. Tidak hanya kawan-kawan dalam satu media, melainkan teman-teman dari kalangan yang berbeda juga diminta memberikan komentar.

Acara bincang buku yang disulap menjadi panggung testimoni ini dipandu oleh Tatiana. Sebagai penyanyi yang biasanya melantunkan lagu-lagu puisi Sapardi Djoko Damono bersama Reda Gaudiamo, sore itu juga menyanyikan beberapa lagu sesuai kenangan dan pesanan Maria Hartiningsih. Salah satunya “Ombak Samudra” yang pernah dinyanyikan oleh Maladi. Dan Jubing Kristianto, master gitaris klasik Indonesia memainkan beberapa komposisi termasuk mengiringi Tatiana.

Maria-serahkan-buku-ke-Ninuk-300x281

Maria Hartiningsih menyerahkan buku kepada Ninuk Mardiana Pambudy

Buku Jalan Pulang dijual dengan harga diskon menjadi 76 ribu, diserbu hadirin. Usai perhelatan, ketika sebagian tamu menikmati kudapan, Maria Hartiningsih menandatangani bukunya untuk para penggemar yang antre. (Kef)


Reporter:Kurnia Effendi
Media:http://parle-indonesia.com/jalan-pulang-bagi-maria-hartiningsih/

Pembicaraan

0 Comments

Urut Berdasarkan:

Berita Lainnya

Buku Terkait

Jalan Pulang

Awal dan akhir suatu perjalanan mustahil diungkapkan, tetapi begitu melangkah, tak ada kekuatan dari luar yang dapat menghentikan. Setiap langkah
Selengkapnya….

Rp 85,000