Berita

Bedah Novel "Laut Bercerita": Mahasiswa Mengaku Terinspirasi untuk membuat Novel

Senin, 12 Maret 2018 | 12:25 pm


surya/ahmad zaimul haq APRESIASI SASTRA - Novelis Lelila S Chudori dan Prof Budi Darma dalam acara apresiasi karya sastra Laut Bercerita di auditorium Prof Leo Idra Ardiana FBS Kampus Unesa Lidah Wetan, Senin (12/3/2018).

Berita Kampus Surabaya


Surya.co.id | SURABAYA - Acara Apresiasi Karya Sastra dan Bedah Novel "Laut Bercerita" dihadiri oleh 300 orang dari berbagai kampus di Surabaya serta masyarakat umum. Di antaranya, Universitas Kristen Petra, stkip al-Hikmah Surabaya, Unair, Universitas Trunojoyo, dan Unesa.


Acara tersebut diadakan di Ruang T2 lt 2 Fakultas Bahasa dan Seni Unesa, Senin (12/03/2018).


Kursi yang disediakan panitia terlihat penuh. Acara Apresiasi Karya Sastra rutin diadakan oleh Universitas Surabaya.


Dr. Syamsul Sodiq, M.Pd. wakil dekan bidang kemahasiswaan Fakultas Bahasa dan Seni Unesa mengatakan, ini bukan kegiatan tahunan dalam setahun bisa 3-4kali Sastra-sastra berkualitas akan kita bedah.


Syamsul menjelaskan mengapa memilih Leila S. Chudori sebagai pembicara sekaligus membedah karyanya. Sebab, novel Laut Bercerita menurutnya bagus dan berkualitas.


"Peserta akan mendapat ilmu bagaimana cara menulis dengan riset, disisi lain Leila juga seorang jurnalis," katanya.


Ia menambahkan, pihaknya akan mempersiapkan Mahasiswa tidak hanya menjadi Guru, seniman saja, melainkan menjadi seorang penulis.


"Karena FBS ini adalah Fakultas Bahasa dan Seni, tak selalu penulis, seniman teater dan drama pernah diundang dalam acara ini," jelasnya.


Sedang Leila S. Chudori menjelaskan secara runtut proses membuat novel Laut Bercerita dihadapan peserta. Penjelasan Leila S. Chudori berhasil menginpirasi mereka.


Terbukti beberapa dari peserta tertarik untuk mengikuti jejak Leila S. Chudori. Seperti Beby Defani, Ia menuturkan mendapat ilmu banyak tentang menulis setelah diberi penjelasan oleh Leila.


"Kedepan ingin menulis novel, sementara ini masih nulis puisi aja," terang mahasiswi Sastra Jerman Unesa tersebut.


Hal senada dikatakan oleh Dewi Sofia, ia berkeinginan menjadi seorang penulis. Dewi menyimak betul saat Leila memberikan materi, sesekali Ia terlihat mencatat materi pada disecarik kertas.


"Tentu saja saya ingin menulis, tapi dengan tema berbeda bukan soal tragedi sejarah," paparnya.


Di sela acara tersebut, Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Unesa yang tergabung dalam Komunitas Kaki Langit mempersembahkan aksi teatrikal.


Aksi teatrikal tersebut diserap dari novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Sutradara aksi Teatrikal bernama Aris Dwi Murpratomo menjelaskan, penampilan aksi teatrikal ini untuk merespon kejadian 98.


"Tadi ceritanya, ada seorang Ibu yang menantikan kepulangan anaknya yang telah menjadi korban penculikan dalam tragedi 98," terangnya.


Komunitas Kaki Langit melibatkan 15 anggota dalam aksi Teatrikal penculikan tragedi 98. Para pemeran mengenakan Baju hitam, menyanyikan lagu darah juang, serta membawa lilin dan payung berwarna hitam sebagai simbol kesedihan.


Iringan biola dan petikan gitar menjadikan suasana lebih mendramatisir.


Prof. Dr. MA. Budi Darma seorang tamu pembicara di acara Apresiasi Karya Sastra dan Bedah Novel "Laut Bercerita" berharap mahasiswa belajar dari tragedi 98 agar tidak terulang.


"Kedepan untuk mahasiswa yang tertarik membuat Novel, tidak lupa untuk melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum menulis," tutupnya.


Reporter:Penulis: Delya Octovie | Editor: Parmin
Media:http://surabaya.tribunnews.com/2018/03/12/bedah-novel-laut-bercerita-mahasiswa-mengaku-terinspirasi-untuk-membuat-novel?page=2

Pembicaraan

0 Comments

Urut Berdasarkan:

Berita Lainnya

Buku Terkait

Laut Bercerita

Jakarta, Maret 1998 Di sebuah senja, di sebuah rumah susun di Jakarta, mahasiswa bernama Biru Laut disergap empat lelaki tak
Selengkapnya….

Rp 100,000